Minggu, 13 Oktober 2013

Analisis Tes Psikotes di Internet



Analisis Tes Psikotes di Internet
A.    Pendahuluan

       Tes Psikologi pada dasarnya adalah sampel perilaku yang diambil pada suatu saat tertentu. Tes seringkali dibedakan menjadi tes tes prestasi dan dan tes bakat. Tes prestasi bertujuan untuk mengukur keterampilan yang telah dicapai/dipelajari dan menunjukkan apa yang dapat dilakukan seseorang pada saat ini, sedangkan tes bakat adalah untuk memprediksi apa yang dapat dilakukan seseorang apabila dilatih. Perbedaan ini akhirnya tidak dianggap sebagai perbedaan, melainkan dianggap sebagai bagian dari satu kesatuan.

          Suatu tes psikotes atau tes psikologi dalam mengukur sampel perilaku harus memiliki sifat standar dan objektif. Standardisasi berhubungan dengan keseragaman tes dalam hal administrasi dan scoring, sementara objektivitas berhunungan dengan stadardisasi, terutama dalam hal administrasi, skoring, dan interprestasi skor yang harus bergantung kepada penilaian subjektif dari pengujianya.

      B.     Tujuan dan Fungsi dari Tes Psikotes

          Tes telah dikembangkan untuk mengukur karakteristik-karakteristik atau ciri-ciri manusia yang banyak sekali. Diantara tes-tes yang paling banyak digunakan adalah tes yang didesain untuk mengukur apa yang telah dipelajari orang yaitu keterampilan-keterampilan seperti membaca dan aritmatika dan informasi umum tentang apa yang sudah dicapai seseorang. Tes psikologi adalah suatu teknik yang terstruktur yang digunakan untuk menghasilkan suatu contok perilaku terpilih. Contoh perilaku ini digunakan untuk membuat kesimpulan tentang atribut-atribut psikologis dari seseorang yang sedang dites.

       C.     Manfaat Psikotes

         Untuk mengetahui serta mengukur kemampuan yang dimiliki oleh seseorang, dan dari psikotes dapat diketahui keahlian dan kemampuan seseorang untuk menjalankan suatu pekerjaan, dan bagian mana seseorang itu akan ditempatkan khususnya bagi perusahaan,

         D.    Teori Tes Psikotes

           Tes Individual dan Tes Klasikal
         Pada bagian terdahulu dikatakan bahwa tes binet dan tes Wechsler adalah tes kemampuan individual, karena kedua tes tersebut dilaksanakan pada satu individu oleh seorang penguji yang dilatih secara khusus. Sementara itu kita juga mengenal tes kemampuan klasikal, yang dapat dilakukan terhadap sejumlah orang dengan satu orang penguji, serta biasanya dalam bentuk tertulis

        E.     Analisis Tes Psikotes yang ada di Internet

       Tes Psikotes dapat membantu seseorang untuk menemukan keahlian dan kemampuannya. Bentuk tes psikotes tidak hanya tertulis tetapi tes psikotes juga bisa berupa wawancara langsung. Bila seseorang yang belum pernah dan belum mengetahui tentenag tes psikotes, tes psikotes dapat dilihat atau dicari di internet, tes psikotes yang ada di internet dapat membantu seseorang untuk mengetahui bagaimana cara psikotes, dan apa saja yang akan di tes kan pada saat psikotes. Tes psikotes yang ada di internet juga dapat dimanfaatkan bagi perusahaan yang sedang mencari karyawan, misalnya karyawan dapat melakukan tes psikotes secara online tanpa harus ke perusahaan.Apalagi perusahaan yang mencari karyawan yang berada di luar kota sampai ke luar negri.

        F.  Refrensi
·         Riyanti Dwi, BP dan Prabowo Hendro. Psikologi Umum2. Seri Diklat Kuliah. Jakarta:Universitas Gunadarma.
 




Sabtu, 06 Juli 2013

Individu Khusus | IAD Bebas



Individu Khusus

·         Definisi anak Khusus
Exeaptional people adalah individu yang secara jelas/signifikab (dan sifatnya menetap) berbeda dari yang normal dan mengalami hambatan untuk mencapai sukses dalam aktivitas social, personal dan sangat dasar.
·         Kategori Individu Khusus
1.      Cacat Mental
Karakteristik atai ciri khusus:
a.       Keterbatasan Intelektual (IQ<75)
b.      Kesulitan dalam memenuhi tuntutan social
c.       Adaptive beahavior buruk
Masalah cacat mental merupakan fenomena sociokultural kompleks yang melibatkan:
a.       Hubungan keluarga
b.      Hambatan dalam pembangunan SDM rendah
c.       Secara biologis berkembang dengan normal, tetpi secara psikologis social dan moral tidak mengalami perkrmbangan yang normal dalam aspek biologisnya.
Kategori keterbelakangan mental:
1.     Ditinjau dari skala IQ
a.       Ringan/ Mild Retardation (slow learner)
Secara fisik sulit dibedakan dengan orang normal, etiologi atau penyebabnya tidak jelas, tidak ada spesifikasi, SES (Status Sosial Ekonomi) atau cultural tertentu dalam populasi.
b.      Sedang/ Mioderate Retardation
Secara fisik mudah dideteksi karena umumnya menderita down syndrome.
c.       Parah/ Severe Retardation
Hiperkenetik, ketidakmampuan mengontrol aktivitas gerak, kekebalan tubuh rendah, tidak dapat melakukan komunikasi, mengalami multiple handicap, tingkat hidup vegetative (seperti tumbuhan pasif)
d.      Sangat Berat/ Profound Retardation
Secara fisik tidak sempurna sehingga harapan hidup sangat rendah (antara usia 2-10 tahun) dan karakteristiknya seperti bayi yang tidak dapat melalkukan apa-apa dan tidak dapat bersuara.
 
1.      Tuna Rungu atau Tuna Wicara
Penyebabnya :
a.       Bawaan atau gen resesif
b.      Faktor eksternal, missal virus rubella, lahir secara premature, aphasia, dll.
2.      Tuna Grahita
Karakteristik atau cirri-cirinya :
Cacat mental ketidak mampuan untuk berfikir.
3.      Tuna Daksa
Karakteristik atau cirri-cirinya :
a.       Kaki tidak sama besar atau timpang
b.      Polio
c.       Cacat kaki karena cerebral palsy
d.      Amputasi
e.       Cacat karena kebakaran permanen
f.       Pengaruh obat-obatan.
4.      Tuna Laras
·  Penderita tuna laras adalah remaja berusia 48tahun yang telah melakukan “delinquency” (tindak melanggar norma/hokum, sehingga pelakunya akan memproleh sanksi hukuman), atau kenakalan yang menjurus pada tindakan kriminalitas yang dilakukan oleh remaja.
·  Penderita tuna laras hukuman yang diberikan biasanya yang bersifat mendidik (wajib lapor/diberi pengarahan) atau diberikan treatment melalui latihan yang diminati anak (home visit) oelh BISPA (Birp Pengetesan Anak)
·  Menurut Glueck&Glueck, kategori yang termasuk tindakan delinquency adalah:
Pencurian, perampokan, tindakan negative, keras kepala, membolos yang berlebihan, menyerbu (baik fisik maupun verbal) melakukan berbagai macam pelanggaran (hokum, norma social, seksual) dan bejudi.

Kategori Individu Khusus Di Indonesia
1.      Tuna Netra                  : SLB A
2.      Tuna Wicara                : SLB B
3.      Tuna Grahita               : SLB C
4.      Tuna Daksa                 : SLB D
5.      Tuan Laras                  : SLB E
6.      Berbakat/ Difted         : SLB F
·         Pendidikan Anak Khusus
1.      Di ajarkan self-help skill
2.      Memberikan kesempatan berlatih dengan aktif
3.      Memberikan pengertian bahwa masing-masing orang memiliki keterbatasan yang berbeda.
4.      Mengajarkan komunikasi dengan orang lain sesuai kondisi yang dimiliki
5.      Membutuhkan sinergi dan proses belajar khusus seperti:
- Memberikan cara belajar yang dapat diterima oleh anak khusus
- Menunjukkan tingkah laku yang sesuai
- Metode belajar (mengajar) cocok. Sehingga anak didik mudah menagkap
- Membutuhkan prosedur/sarana yang efektif
- Memilih objek paling menarik minat anak didik (kurikulum fleksibel).

 
Blog Irma Susandari (13512808) Blogger Template by Ipietoon Blogger Template